Masuk Islam, Orang Tua Mualaf Ini Ingin Anaknya Dididik Aswaja NU -->
Cari Berita

Advertisement

Masuk Islam, Orang Tua Mualaf Ini Ingin Anaknya Dididik Aswaja NU

Redaksi
Senin, 06 April 2020

Assalaf.id - Septaria Anani, perempuan asal Desa Gumuk Mas Kecamatan Pagelaran, Lampung mengucapkan dua kalimat syahadat. Ini menandai wanita yang berprofesi sebagai bidan tersebut memeluk agama Islam. Prosesi ikrar syahadat ini dituntun oleh Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu yang juga Bupati Pringsewu KH Sujadi di Kompleks Pesantren Nurul Ummah Pagelaran, Ahad (5/4).

Sesaat setelah memeluk agama Islam, orang tua Septaria yang bernama Slamet menitipkan putrinya untuk dididik dengan Islam Ahlussunah wal Jamaah. Ia tidak ingin putrinya terkena paham Islam radikal yang saat ini sudah menyebar di berbagai daerah.

Walaupun berbeda agama dengan dirinya, Slamet mengaku merestui dan mendukung keputusan putrinya tersebut. "Titip kepada semua yang di sini untuk dididik Islam di Nahdlatul Ulama," kata Slamet pada prosesi ikrar yang dipandu langsung oleh Kepala Kantor Urusan agama Kecamatan Pagelaran, Basridho.

Sementara dalam kesempatan tersebut KH Sujadi mengingatkan Septaria dengan dua buah ayat Al-Qur’an yakni QS. Ali Imran: 19 dan QS. Al-Baqarah: 256. Dalam ayat yang pertama ditegaskan bahwa agama yang diridhai oleh Allah SWT hanyalah agama Islam.

"Laa ikraaha fiddin. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam," kata Abah Sujadi kepada Septaria.

Abah Sujadi berharap, Septaria dapat lebih memperdalam agama Islam dan belajar dengan baik sehingga mampu menjadi muslimah yang baik pula. Untuk menandainya, ia pun memberikan mukena dan buah kurma dengan harapan Septaria bisa menjalankan kewajiban seorang muslimah dengan istikamah.

Selain itu, berstatus sebagai mualaf (orang yang baru masuk Islam), Septaria juga mendapat zakat dari Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Zakat sebesar 1 juta rupiah ini diserahkan langsung oleh Manager Eksekutif LAZISNU Pringsewu Kabul Muliarto.

Kabul mengatakan bahwa dalam fikih Islam, mualaf merupakan satu dari delapan asnaf yang berhak mendapat zakat. LAZISNU Pringsewu sendiri senantiasa istikamah memberi zakat kepada para mualaf seperti pada bulan lalu, memberikan zakat saat ada yang masuk Islam di Kantor NU Pringsewu.

Ia berharap zakat ini menjadi keberkahan tersendiri bagi para muzakki (orang yang berzakat) melalui LAZISNU Pringsewu dan juga bagi para mualaf.

Sumber: NU Online