Kisah Sayyidina Umar bin Khattab Bentak Malaikat Munkar Nakir di Alam Kubur -->
Cari Berita

Advertisement

Kisah Sayyidina Umar bin Khattab Bentak Malaikat Munkar Nakir di Alam Kubur

Redaksi
Senin, 13 April 2020

Assalaf.id - Sayyidina Umar bin Kaththab r.a begitu populer dalam sejarah keislaman. Sebelum berada dalam barisan Islam bersama Rasulullah Saw., ia justru orang yang paling menentang dengan keras terhadap ajaran Islam. Namun, berkah doa dari Nabi Saw., ia menjadi pengikut setia, rela mengorbankan jiwa dan hartanya untuk mendakwahkan Islam bersama Nabi Saw.

Sayyidina Umar memang terkenal dengan karakter yang keras dan garang. Bukan hanya manusia yang takut dengannya. Bahkan, setan pun jika melihat Sayyidina Umar di jalan yang akan dilewati, pasti akan mencari jalan lain. Saking takutnya pada beliau.

Berikut kisah menakjubkan terkait Sayyidina Umar dan Malaikat Munkar-Nakir, yang dinukil dari al-Imam fi Adillat al-Ahkam karya ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam. Kisah ini diceritakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a dan Sayyidina Abdullah bin Umar r.a, putranya.

Seperti yang kita tahu, bahwa kedua malaikat ini, Munkar dan Nakir, bertugas untuk mempertanyakan beberapa perkara di alam kubur. Sepertinya akan menjadi momen yang paling mendebarkan. Siapa kira-kira yang akan menang dalam persoalan kali ini. Sayyidina Umar yang terkenal garang, sampai setan pun takut padanya. Atau, malaikat di alam kubur yang juga dikenal menyeramkan dan keras?.

Sewaktu Sayydina Umar wafat dan jasadnya sudah dikuburkan, orang-orang pun meninggalkan pemakaman. Hanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang berada di area pemakaman. Sepertinya, rasa penasaran mulai merasuki pikiran Sayyidina Ali. Ia ingin mengetahui, bagaimana dialog yang akan terjadi antara dua makhluk yang sama-sama menyeramkan itu.

Ketika kedua malaikat itu datang menghampiri Sayyidina Umar. Ternyata Sayyidina Umar kaget dan merasa takut, sebab tampang dari kedua malaikat itu.
“Padahal, aku ini sahabat Nabi”, kata beliau.
Selevel sahabat pun, dan yang terkenal garang masih kaget dan takut dengan rupa mereka. Bagaimana pula dengan yang bukan sahabat, pasti sudah amat ketakutan bukan. Sehingga, Sayyidina Umar memberi masukan pada kedua malaikat itu, agar memperbaiki tampangnya jika mendatangi seorang mukmin selain dirinya.
“Yang agak tampan sedikit lah, kasihan mereka”,
begitu kata Sayyidina Umar.

Dengan karomah yang dimilikinya, Sayyidina Ali dapat mendengar secara langsung dialog tersebut. Ia takjub.
Begitu besarnya manfaat Umar untuk umat Islam, baik ketika ia hidup maupun sudah wafat.
Setelah Ditanya, Sayyidina Umar Bertanya Balik ke Malaikat Munkar-Nakir
Peristiwa yang hampir serupa juga dialami langsung oleh putranya, Abdullah bin Umar r.a. Abdullah ingat, bahwa dulu Nabi Saw. pernah bercerita tentang bagaimana keadaan mayat untuk pertama kalinya di alam kubur. Bahwa akan ada yang mendatanginya, dua makhluk yang begitu menyeramkan dan menakutkan. Yakni, Munkar dan Nakir. Keduanya membawa gada. Jika gada dihantamkan ke gunung, niscaya gunung itu akan hancur. Lantas bagaimana jika dipukulkan pada manusia? Tak terbayangkan.
Keheningan menyelimuti suasana ketika itu. Para sahabat yang mendengarkan tertegun, terdiam, dan takut.

Tiba-tiba. “Ya Rasulullah”. Suara  Sayyidina Umar mengalihkan perhatian.
“Apakah akal kami di waktu itu tetap normal seperti sekarang?”, katanya. Nabi Saw. menjawab, “iya”.
Sayyidina Umar langsung menimpali, “Jika begitu, saya akan melawannya”. Lagi-lagi. Pernyataan Sayyidina Umar ini membuat sahabat yang lain tak habis pikir. Umar akan melawan malaikat. Munkar dan Nakir lagi.
Ketika Sayyidina Umar sudah wafat, Abdullah bisa berkomunikasi dengan ayahnya lewat mimpi.
Abdullah melihat ayahnya ada di suatu negeri, di ‘sana’.

Lalu, ia mengingatkan akan perkataan ayahnya, bahwa ia akan melawan malaikat. Dari seberang ‘sana’, Sayyidina Umar menceritakan. Ketika jasadnya sudah diletakkan di liang lahat. Kedua malaikat itu benar-benar datang, dengan rupa yang menyeramkan. Mereka bertanya,
“Siapa Tuhanmu dan siapa Nabimu?”, katanya. “Allah Tuhanku, dan Muhammad adalah Nabiku”, kata Sayyidina Umar.

Langsung Sayyidina  Umar berbalik tanya, “Kamu sendiri, siapa Tuhanmu?”. Lalu di antara keduanya berbisik, “Ini adalah Umar”. Dan mereka langsung pergi.
Sungguh, ini keberanian yang luar biasa. Patutlah kita ini harus berterima kasih pada Sayyidina Umar r.a Berkatnya, kita akan menemui kedua malaikat itu, minimal tidak dengan wajah yang begitu menyeramkan.

Sayyidina Umar benar-benar membawa manfaat bagi umat Islam, bahkan sampai beliau wafat pun. Dan itu bisa dirasakan oleh seluruh ummat.
Semoga kami juga selamat ketika di alam kubur,
Wahai Cahaya Ummat (Sayyidina Umar bin khattab r.a)
Barakallahufiikum

(Kisah berikut diriwayatkan, diantaranya oleh Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Al Hawi Lilfatawi.)