Gus Nadir Jelaskan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam Merespons Covid-19 -->
Cari Berita

Advertisement

Gus Nadir Jelaskan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam Merespons Covid-19

Redaksi
Rabu, 22 April 2020

Assalaf.id - Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand Prof Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir memaparkan konsep Islam ala Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dalam merespons pandemi virus Corona atau Covid-19. Menurut Gus Nadir, konsep Aswaja memadukan antara percaya kepada takdir Allah dan kewajiban untuk berikhtiar.

"Ahlussunnah wal Jama'ah tidak akan lari dari takdir, tapi juga tidak akan pasrah begitu saja tanpa usaha apapun. Kita bukan jabbariyah, kita bukan qadariyah, atau muktazilah, kita Ahlussunnah wal Jamaah, berada di tengah-tengah. Doa kita maksimal, usaha kita juga harus maksimal," kata Gus Nadir pada acara Munajat Hamba, Selasa (21/4).

Oleh karena itu, Gus Nadir mengajak umat Islam untuk terus memohon pertolongan Allah supaya Covid-19 segera dihilangkan dan pada saat bersamaan, setiap Muslim diharuskan mengikuti imbauan dari pemerintah, tenaga medis, dan tokoh masyarakat untuk tidak keluar rumah kecuali terdapat kebutuhan yang mendesak.

"Dengan demikian kita berdoanya maksimal, usahanya juga maksimal. Percaya kepada takdir Allah, tapi juga kita berkewajiban untuk memberikan yang terbaik, berikhtiar untuk keselamatan kita bersama," jelasnya.

Pengasuh Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun, Cirebon KH Husein Muhammad menyatakan bahwa Covid-18 bukan siksaan, melainkan ujian dari Allah atas keimanan, kesabaran, dan komitmen atas kemanusiaan.

"Ini bukan satu siksaan Allah," kata Kiai Husein.

Sementara Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai cara dalam menangani Covid-19. Namun, setelah berjalan selama lebih dari sebulan, penyebaran Covid-19 masih berlangsung.

"Mari kita tetap berikhtiar secara zahiriyah, secara medis, cuma jangan lupa ikhtiar batiniyah dengan membaca doa, membaca wirid-wirid yang direkomendasi oleh para ulama dan auliya kita," kata Kiai Idris.

Acara yang disiarkan oleh GusMus Channel ini juga diikuti ulama lainnya, seperti, Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pesantren Al-Munawwir Krapyak KH R Najib Abdul Qodir, dan Ulama Tafsir Indonesia Profesor Muhammad Quraish Shihab.

Sumber: NU Online