Tepo Seliro, Ayo Semua Warga NU Sekolahkan Putra-putrinya di Sekolah NU -->
Cari Berita

Advertisement

Tepo Seliro, Ayo Semua Warga NU Sekolahkan Putra-putrinya di Sekolah NU

Redaksi
Kamis, 05 Maret 2020

Assalaf.id - Ketua Pemuda Muhammadiyah 'Cak Nanto' meminta warga NU tepo seliro dalam arti tahu diri jangan sampai mengadakan Harlah NU di Basis Muhammadiyah, padahal selama ini kurang legowo apa warga NU, tahun 2019 lalu Milad Muhammadiyah diadakan di basis NU dan selama ini banyak selama ini banyak sekolah-sekolah Muhammadiyan didirikan di basis-basis NU,  itupun warga NU legowo tidak minta Muhammadiyah untuk Tepo Seliro.

Kalau Ketua Pemuda Muhammadiyah minta warga NU tepo seliro, sebenarnya siapa yang lebih tidak bisa tepo seliro? aneh kan?

Kalu begitu sudah saatnya warga NU menyekolahkan putra-putranya di Sekolah NU karena tidak usah sekolah di lembaga lain karena nanti dianggap tidak tepo seliro.

Pentinganya dan Manffat sekoah di LP Ma'arif NU

Maraknya aksi kekerasan dalam beberapa periode ini tak lepas dari kurangnya kontrol masyarakat dalam membendung faham-faham radikalisme bisa masuk dan diterima di negeri ini. Faham-faham tersebut telah didesain rapi, terorganisir dan massif lewat berbagai forum kajian dan dunia pendidikan.

Secara tidak sadar para generasi muda di negeri ini telah dicekoki beragam faham radikal, khususnya di bangku kuliah. Minimnya pengetahuan agama ala ahlussunnah wal jamaah annahdliyah menjadikan mereka dengan mudah dicuci otaknya. Dalam waktu yang tidak lama, telah lahir para generasi berjubah yang membenarkan golongannya sendiri dan mengkafirkan saudara muslim yang beda pemahaman. Sedikit demi sedikit mereka mulai membangun kekuatan untuk bisa diakui keberadaannya. Karena disokong pendanaan yang kuat, mereka telah menguasai beberapa media yang digunakan untuk membangun opini tentang Islam versi mereka.

Tak hanya itu, ekspansi para pengikut Islam radikali juga masuk pada pendidikan di semua jenjang. Pelan tapi pasti, secara tidak langsung banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan yang mengambil peran orangtua terhadap anaknya dengan segala kesibukannya melalui pendidikan fullday school.

Orangtua senang karena anak mereka ‘dititipkan’ agar dididik agama dan ilmu pengetahuan, dengan begitu bisa tenang bekerja dari pagi hingga sore untuk mengumpulkan uang demi masa depan buah hatinya. Namun tanpa disadari, jalan fikiran tentang nilai-nilai keagamaan yang kaku dan intoleran telah meracuni pikiran anak mereka.

Kondisi tersebut kalau terus dibiarkan tentu akan berdampak buruk terhadap perilaku beragama generasi berikutnya. Sebagai warga nahdliyin yang menjaga nilai-nilai keragaman pilihan sekolah tentu harus menjadi prioritas. Melalui harlah NU, harusnya menjadi momentum kebangkitan NU di semua bidang, khususnya dalam pengelolaan pendidikan.

Mengembangkan layanan dan kualitas pendidikan yang berbasis kekinian harus menjadi prioritas Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU yang telah diberikan mandat. Kita tentu tidak ingin kecolongan generasi karena kalah pilihan disebabkan kualitas pendidikan yang kurang. Tak sedikit sekolah Maarif NU yang bisa bersinergi dan menjelma menjadi lembaga pendidikan yang diidolakan masyarakat. Namun tak sedikit pula, sekolah Maarif NU yang masih butuh supporting system agar terus bisa berbuat yang terbaik dalam mencetak kader militan dalam menghadapi satu abad Nahdlatul Ulama sebagaimana tema besar yang diusung oleh PC NU Lamongan dalam memeriahkan Harlah NU ke 94 ini.

Ayo sekolahkan anak-anak kita di sekolah atau madrasah Maarif NU untuk generasi bangsa yang berbudi dan berpekerti ahlussunnah wal jamaah annahdliyah. Ayo sekolah di satuan pendidikan Maarif NU untuk generasi yang Rahmatan lil Alamin. Selamat Harlah NU, terus menjadi pelita dalam gelapnya zaman, terus jadi penopang di tengah terguncangnya degradasi moral, dan terus menjadi penjaga keberagaman untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[assalaf]