Sudah Diizinkan Kraton, PCNU Jogja Heran Pengajian Gus Muwafiq di Kauman Masih Ditolak -->
Cari Berita

Advertisement

Sudah Diizinkan Kraton, PCNU Jogja Heran Pengajian Gus Muwafiq di Kauman Masih Ditolak

Redaksi
Minggu, 01 Maret 2020

Assalaf.id - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jogja terkejut dengan penolakan rencana pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 NU di Kauman, Kota Jogja.

Sekretaris PCNU Kota Jogja Abdul Suud mengatakan pengajian yang akan dihelat pada Jumat (5/3/2020) mendatang dengan menghadirkan Gus Muwafiq itu terbuka untuk umum dan diperkirakan dihadiri 1.000-2.000 orang.

Suud mengaku sudah mendapat izin penyelenggaraan pengajian dari kepolisian maupun Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat selaku pemilik Masjid Kauman atau Masjid Gedhe Kauman. PCNU juga sudah berkomunikasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jogja.

Ia kaget dengan penolakan warga sekitar masjid dan berencana segera menemui takmir masjid setempat, “NU tak punya pretensi apapun ketika menggelar acara. [Kalau] Dikatakan basis Muhammadiyah, masjid itu masjid umum milik Kraton, kami sudah dapat izin Kraton ditembuskan ke takmir,” kata Suud, saat dihubungi Harian Jogja melalui sambungan telepon, Minggu (1/3/2020).

Sementara itu, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengeluarkan surat berisi imbauan agar peringatan ke-94 Harlah NU tidak diadakan di Kauman.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni kontroversi yang pernah ditimbulkan Gus Muwafiq beberapa waktu lalu dan penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut.

“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.

Sejumlah spanduk berisi penolakan peringatan harlah NU juga dipasang di beberapa tempat di Kauman.[harianjogja.com]