Solo KLB Virus Corona, Sekolah Diliburkan, Kegiatan Masyarakat Ditiadakan, Tempat Wisata Ditutup -->
Cari Berita

Advertisement

Solo KLB Virus Corona, Sekolah Diliburkan, Kegiatan Masyarakat Ditiadakan, Tempat Wisata Ditutup

Redaksi
Jumat, 13 Maret 2020

Assalaf.id - Pemkot Surakarta telah menyatakan Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) virus korona (Covid-19). Sejumlah kegiatan yang melibtakan orang banyak ditiadakan. Termasuk meliburkan siswa TK, SD, SMP, dan MTs hingga 14 hari ke depan.

Pemkot bersama Forkopimda Surakarta telah menggelar rapar koordinasi korona di Loji Gandrung, Jumat (13/3) malam. Berdasarkan hasil rakor, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan Solo KLB virus korona. Ini menyusul adanya dua pasien RSUD dr Moewardi yang positif korona dan salah satunya meninggal dunia, Rabu (11/3). Selain itu, ada 62 orang yang pernah kontak dengan pasien positif korona dikarantina mandiri.

”Memutuskan dan menetapkan Solo KLB virus korona. Setelah penetapan ini, kami mengambil langkah-langkah selanjutnya,” tutur Rudy.

Yang paling ditekankan adalah meniadakan sejumlah kegiatan yang menghadirkan orang banyak. TK, SD, SMP, dan MTs diliburkan hingga 14 hari ke depan. Sementara untuk SMA dan SMK kelas XII masih masuk untuk mengikuti ujian nasional.

”Setelah ujian selesai, siswa SMA dan SMK diliburkan. Tapi selama ujian, PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dilakukan,” papar Rudy.

Dia juga menyebut kegiatan-kegiatan yang ditiadakan maupun ditunda. Di antaranya yang ditiadakan adalah car free day (CFD), kegiatan olahraga di Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, ketoprak Gedung Wayang Orang (GWO), kegiatan kunjungan kerja (kunker), event-event dan kegiatan budaya lain. Kemudian, tempat-tempat wisata, seperti Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Museum Keris ditutup, termasuk transportasi wisata tidak dioperasikan.

Untuk kegiatan pemerintahan, seperti musrenbang, lomba kelurahan ditunda. Sementara, apel pagi dan upacara di tiap organisasi perangkat daerah (OPD) ditiadakan.

“Ya ini risiko. Pasti pergerakan ekonomi kita berkurang. Tapi kita harus mengambil tindakan. Lebih baik ekonomi kita terkurangi, namun kesehatan terjaga,” papar Rudy.

Untuk kegiatan ekonomi masyarakat, seperti pasar tradisional, ditegaskan Rudy, tidak akan ditutup. Namun, tiap pasar dilengkapi fasilitas untuk PHBS. Sementara untuk stasiun dan terminal, pemkot mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Kalau terminal, stasiun kan bukan wewenang pemkot, termasuk perguruan tinggi. Tapi karena lokasinya di Solo, kami tetap mengimbau meningkatkan kewaspadaan,” ujar wali kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati menuturkan, sekolah diliburkan hingga 14 hari ke depan. Selain itu, sejumlah kegiatan juga ditunda, seperti study tour, pramuka.

”Sekolah diliburkan, namun guru, tenaga pendidik tetap masuk untuk mengamankan aset dan menjaga kebersihan. Meski anak-anak diliburkan, sekolah tetap harus bersih,” pungkas Etty.

Sumber: Jawapos.com