Ponpes Nurul Jadid Lakukan Sterilisasi Corona, Haul dan Harlah Pesantren Ditunda
Cari Berita

Advertisement

Ponpes Nurul Jadid Lakukan Sterilisasi Corona, Haul dan Harlah Pesantren Ditunda

Redaksi
Minggu, 15 Maret 2020

Assalaf.id - Dampak penyebaran virus corona yang cukup cepat di Indonesia, membuat Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pasang badan.

Pihak pesantren memutuskan pemberlakuan sterilisasi dengan membatasi aktivitas warga dari luar pesantren. Berdasarkan surat edaran pesantren setempat nomor NJ-B/0209/A.III/03.2020

Keputusan pesantren itu mengacu pada surat edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag dan surat edaran Pengurus Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah (PPRMI).

Akibatnya, pelaksanaan Haul dan Harlah Ponpes Nurul Jadid ke-71 yang sesuai jadwal akan digelar pada tanggal 22 Maret 2020, ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Harlah tersebut, menjadi kegiatan rutin tahunan pesantren yang akan dihadiri puluhan ribu wali santri, alumni dan masyarakat dari berbagai daerah.

Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, juga melarang tamu berkunjung ke pesantren setempat sejak Senin 16 sampai dengan 30 Maret 2020. Komunikasi dapat dilakukan melalui call center 0888-307-8899/0888-307-7077.

Selain tamu pesantren akses wali santri mengunjungi putra-putrinya di pesantren juga sementara waktu ditutup. Bagi wali santri yang hendak mengirimkan bekal untuk anak-anakanya, dapat melalui wali asuh/wali kelas masing-masing dan melalui media informasi yang disediakan.

Penutupan akses dan sterilisasi itu, dikatakan Kepala Ponpes Nurul Jadid, Faizin Syamuel, untuk pencegahan penularan virus corona.

"Meski aksesnya dibatasi, tapi aktivitas belajar dan mengaji di pesantren tetap berjalan biasa," kata Faizin, Minggu (15/03/2020).

Bagi tenaga pendidik dan santri non muqim (tidak tinggal di pesantren-red) dari tetangga sekitar, diberlakukan pemeriksaan intensif sebelum masuk ke area pesantren.

"Guru yang dari luar pesantren kami periksa kesehatannya. Tim dokter dan perawat dari pesantren sudah disiapkan," tutup Faizin.

Sumber: suaraindonesia.co