Milad Muhammadiyah di Jombang Diterima Warga NU, Harlah NU di Kauman Ditolak Warga Muhammadiyah -->
Cari Berita

Advertisement

Milad Muhammadiyah di Jombang Diterima Warga NU, Harlah NU di Kauman Ditolak Warga Muhammadiyah

Redaksi
Selasa, 03 Maret 2020

Assalaf.id - Di Jombang, tempat lahir Nahdlatul Ulama yang juga basis NU, pada November 2019 kemarin digelar Milad (Hari Lahir) Muhammadiyah yang ke 107.

Dalam rangka milad Muhammadiyah itu, PDM Jombang mempunyai 2 agenda besar yaitu: Pawai milad Muhammadiyah dan Pengajian akbar.

Pawai Milad Muhammadiyah ke 107 diadakan tanggal 23 Nopember 2019 diikuti seluruh AUM ( Amal Usaha Muhammadiyah) Kabupaten Jombang seperti Sekolah, Rumah sakit, Panti Asuhan Muhammadiyah dll. Untuk Pengajian Akbar diadakan hari ahad tanggal 24 Nopember 2019 di GOR Jombang Jl. Presiden Abdurrahman Wahid mulai pukul 07.00 WIB. pengajian Akbar ini akan diisi oleh DR. H. Abdul Mu’thi M. Ed Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia mengundang seluruh warga, simpatisan Muhammadiyah dan umat Islam untuk memeriahkan acara ini.

Harlah NU di Kauman Yogyakarta Ditolak Muhammadiyah

Acara pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) di Kauman, Kota Jogja, Jumat (5/3/2020) yang semula digelar di Masjid Gedhe Kauman Kota Jogja akhirnya dipindah, setelah menuai penolakan.

Ketua Panitia Acara peringatan ke-94 Harlah NU, Sofwan, menyatakan acara yang semula bakal digelar di Masjid Gedhe Kauman setelah dipertimbangkan akhirnya dipindah ke Kompleks Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Jalan Lowanu, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengeluarkan surat berisi imbauan agar peringatan ke-94 Harlah NU tidak diadakan di Kauman.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni  karena penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut dan aalasan lain karena penceramahnya Gus Muwafiq.

“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.[Assalaf/berbagai sumber]