Haul Abah Guru Sekumpul, Pantia Konsumsi Siapkan 600 Ekor Sapi Hingga Ratusan Ton Beras -->
Cari Berita

Advertisement

Haul Abah Guru Sekumpul, Pantia Konsumsi Siapkan 600 Ekor Sapi Hingga Ratusan Ton Beras

Redaksi
Minggu, 01 Maret 2020

Assalaf.id - Peringatan hari wafat atau haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul menjadi fenomenal. Musababnya, peringatan hari lahir ulama besar asal Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang wafat pada 10 Agustus 2005 atau setiap tanggal 5 Rajab pada usia 63 tahun tersebut, dihadiri banyak orang, bahkan diyakini jutaan orang.

Dalam kegiatan ini, tidak hanya dihadiri jamaah dari Pulau Kalimantan. Namun juga dari penjuru Nusantara, bahkan mancanegara. Oleh karena itu, dipersiapkan sampai empat bulan, karena jamaah yang hadir terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk haul yang ke-15, kegiatan haul ulama yang dilahirkan pada 11 Februari 1942 atau 27 Muharram 1361 di Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar tersebut, akan dilaksanakan dua hari, yakni, Sabtu (29/2) dan Minggu (1/3) bertepatan 5 dan 6 Rajab 1441 Hijriah.

Pelaksanaan haul hari pertama digelar usai salat Isya di kubah atau ditempat dimakamkannya Guru Sekumpul. Sementara di hari kedua, dilaksanakan Mushala Ar-Raudhah Sekumpul, yang letaknya di samping makam tersebut. Acara ini merupakan acara puncak.

Di hari pertama acara haul ke-15 ini, jamaah tumpah ruah hadir, hingga berkilometer jaraknya dari titik utama mushala Ar-Raudhah.

Sementara di H-2, jamaah dari berbagai daerah sudah sangat banyak datang ke Sekumpul. Mereka ingin hadir lebih dekat dengan mushala Ar-Raudhah. Sebab jika datang pada hari H, dipastikan tidak bisa lagi masuk ke komplek mushala Ar-Raudhah. Ini karena padatnya jamaah yang datang bahkan bisa membludak hingga dua atau tiga kilometer.

Hal ini seperti yang terjadi pada Haul ke-14 tahun 2019 lalu. Parkir jamaah haul sudah mencapai lapangan Murjani depan kantor Pemerintah Kota Banjarbaru, di mana jaraknya sekitar 5 kilometer dari pusat kegiatan.

Acara haul Guru Sekumpul ini memang mengundang perhatian semua pihak, bahkan pada Haul ke-13 lalu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berhadir bersama Panglima TNI dan Kapolri, serta sejumlah menteri.

Yang mengesankan, acara haul ini murni tidak boleh ditunggangi kepentingan politik. Sebagai contoh, petinggi negara pun tidak diperkenankan untuk menyampaikan sambutan.

Acara hanya diisi pembacaan dzikir, maulid Habsyi dan doa, di mana kedua putra almarhum KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang memimpin, didampingi para ulama dan habib. Setelah itu semuanya kembali ke tempat asalnya masing-masing.

600 ekor sapi konsumsi

Haul Guru Sekumpul yang ke-15 ini benar-benar digelar besar, karena sekitar 600 ekor sapi disiapkan untuk konsumsi pada acara puncak. Sumbangan ratusan ekor sapi dari para jamaah tersebut disebar di 161 dapur umum, di mana akan di masak dengan menu ala khas timur tengah, yakni, nasi samin.

Salah satu dapur Dapur Umum Sektor Taufik kepada ANTARA mengatakan, sejak Jumat (28/2) siang telah menerima 37 ekor sapi. Jumlah itu belum termasuk sumbangan dalam bentuk daging potong yang juga tak sedikit.

“Alhamdulilah, Masya Allah Haul Abah Guru Sekumpul setiap tahunnya terus meningkat sumbangan masyarakat. Tahun lalu kami hanya menerima sekitar 30 ekor sapi. Bahkan, tahun ini, banyak masyarakat dari jauh turut menyumbang, ada yang kirim uang dan sebagainya,” kata Hadianorr yang tergabung di Dapur Umum Sektor Taufik bersama sekitar 500 relawan.

Sumbangan tersebut datang tidak karena diminta, misalnya karena dibuatkan proposal, tapi murni datang sendiri.

“Karena kecintaan dengan Abah Guru Sekumpul, semua berlomba-lomba ingin menyumbang, kita hanya menerima amanah mereka,” ujarnya.

Tidak hanya sumbangan daging sapi, dapur umum Haul Guru Sekumpul juga banyak menerima sumbangan bentuk beras, bahkan sampai ratusan ton.

Jauh-jauh hari sebelumnya, dapur-dapur umum Haul Guru Sekumpul juga sudah dibanjiri sumbangan dalam bentuk kayu bakar untuk masak, hingga tertumpuk seperti gunung.

Salah satu penyumbang kayu bakar untuk memasak itu dari Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, jumlahnya beberapa truk, hasil gotong royong.

“Sudah kebiasaan, haul Abah Guru Sekumpul, kami gotong royong untuk nyumbang kayu bakar, tahun ini juga warga desa kami nyumbang satu ekor sapi, kami juga jadi relawan untuk menyambut jamaah,” ujar warga Desa Padang Panjang Junaidi.

Serba gratis

Haul Guru Sekumpul memang memunculkan fenomena lain, yakni, banyak makanan, minuman bahkan sampai ada BBM, bengkel yang serba gratis.

Seperti berlomba ingin memberikan pelayanan yang baik bagi tamu yang hadir di Haul Guru Sakumpul, sepanjang jalan protokol A Yani misalnya dari Kota Banjarmasin, hingga ke Martapura, banyak orang yang berbagi makanan dan minuman secara gratis.

Jamaah yang melintas di jalan A Yani atau jalan lainnya menuju Martapura, hampir semuanya mendapatkan makanan dan minuman, bahkan fenomena bagi-bagi makanan tersebut sejak hari pertama hingga puncak acara.

“Kalau tahun lalu, kita sampai kebanyakan dapat makanan, dari roti, nasi bungkus hingga beragam minuman, bahkan BBM ada yang bagi juga, saya pakai motor dapat dua liter hingga oli mesin pun gratis,” ujar H Hasan Zainuddin, jamaah dari Kota Banjarmasin.

Dia mengaku hampir setiap tahun menghadiri haul Tuan Guru Sekumpul, di mana jamaah yang hadir dirasanya terus meningkat, karena posisinya hadir terus menjauh dari komplek mushala Ar-Raudhah.

“Yang di luar akal itu, banyak sekali orang yang datang dari berbagai daerah, entah dari mana, menakjubkan lagi, banyak sekali orang yang menyumbang makanan, kita tidak akan kelaparan, bahkan ada rumah makanan yang terang-terang bikin spanduk di depan, silakan makan gratis di tempat kami,” ucap Hasan.

Menurut cerita dari teman-temannya di daerah hulu sungai, hal demikian juga ada tempat makan dan minum gratis itu di sepanjang jalan hingga ke Sakumpul, Martapura.

Di Sekumpul pun, warganya menyiapkan penginapan untuk istirahat jamaah bahkan makan selama di sana ditanggung gratis.

Sumber: Jawapos.com