Gus Yaqut Tanggapi Pernyataan Tepo Seliro Ketua Pemuda Muhammadiyah -->
Cari Berita

Advertisement

Gus Yaqut Tanggapi Pernyataan Tepo Seliro Ketua Pemuda Muhammadiyah

Redaksi
Kamis, 05 Maret 2020

Assalaf.id - Dilansir dari Bisnis.com, tentang Penolakan kegiatan Harlah NU di wilayah Kauman menimbulkan polemik di masyarakat. Penolakan sendiri dilakukan oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah. Kokam sendiri merupakan singkatan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah. Kokam salah satu bidang program kerja organisasi otonom Muhammadiyah di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.

Di sisi lain, muncul juga ajakan di dunia maya “Bergerak Bersama Satu Komando Mengawal Kyai” dengan lambang Ansor dan Banser organisasi organik di bawah naungan NU. Mereka bertekad menjaga kegiatan Harlah NU ke 94 yang digelar di Masjid Gedhe Kauman pada Kamis (5/3/2020) hari ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto menjelaskan Pemuda Muhammadiyah tidak pernah menyatakan menolak acara harlah NU, hanya meminta panitianya untuk memiliki tepa selira terkait tempatnya yang berada di kampung basis Muhammadiyah.

“Karena lokasi Harlah NU berada di Kampung Basis Muhammadiyah, Kauman, panitia diminta untuk memindahkan kegiatan tersebut ke kampung atau tempat yang lebih kondusif untuk kegiatan-kegiatan yang membawa bendera NU,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (2/3/2020).

Yaqut Kholil Qoumas (Gus Yaqut) Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor  menanggapi pernyataan Ketua Pemuda Muhamadiyah Sunanto, dalam akum Facebooknya yang cukup menyengat. inilah pernyataan Gus Yaqut yang di posting pada tanggal  (4/3/2020), pada pukul 16.56.

Kami semua berterima kasih diingatkan sekaligus diajari tepo seliro oleh Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto. Banyaknya sekolah, rumah sakit, rumah yatim sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah di basis2 NU dan baik2 saja adalah salah satu praktek tepo seliro itu. Kami tdk terusik apalagi terganggu. Malah sebagian kami ada yg sekolah dan berobat di aset milik Muhammadiyah tsb.

Beberapa acara Muhammadiyah pun, kami ikut menjaga dan mengamankannya.
Bahkan, waktu Pemuda Muhammadiyah tersandung masalah Kemah Pemuda di Prambanan, kami juga tepo seliro dengan berusaha untuk tdk berselancar di tengah gelombang yang menerpa mereka. Meskipun kami tahu, anggaran untuk mereka tidak digunakan sebagaimana kesepakatan. Kami tahu. Tapi kami memilih diam dan menyerahkan urusan ini kepada polisi. Hatta ketika kasus ini menguap begitu saja, dan aktornya hanya berhenti jadi saksi dan sekarang sudah menjadi idola baru bagi politisi muda muhammadiyah, kami pun diam. Ini tepo seliro bukan sih?

Waktu Sunanto maju sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah, kami pun tepo seliro. Meskipun sebenarnya kami mau teriak2 waktu ada info kantor deputi sebuah lembaga intel dipakai rapat. Logistik disamarkan dengan sebutan “Garam India” dan berasal dari mana, kami pun tahu. Tapi demi tepo seliro, kami diam. Karena itu urusan mereka sendiri. Cukup bagi kami tahu. Tak perlu bikin gerakan kontra intelijen meskipun saat itu sangat bisa. Jadi, tolonglah. Jika ada yg baca ini dan dekat Sunanto, kasih tahu, sekarang ajari saja kami cara bersabar. Karena stok yg kami punya sudah hampir habis. Emoji, emoji.

Sampai saat ini, tanggapan Gus Yaqut ini di bagikan oleh netizen sebanyak dua ribu dua ratus kali, disukai oleh enam ribu tujuh ratus, dan enam puluh empat komentar. [lembaga dakwah PBNU]