Fatayat NU Mejobo Kudus Perkenalkan Air Kemasan Berlogo AINU -->
Cari Berita

Advertisement

Fatayat NU Mejobo Kudus Perkenalkan Air Kemasan Berlogo AINU

Redaksi
Jumat, 06 Maret 2020

Assalaf.id - Pertemuan rutin selapanan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, yang digelar di gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mejobo tampak berbeda.

Pasalnya, di akhir acara PAC Fatayat NU Mejobo memperkenalkan produk air mineral kemasan berlogo AINU (Air MiNUm) milik MWCNU Mejobo, Jum’at (6/3) sore.

Dalam kesempatan itu, Ketua PAC Fatayat NU Mejobo Nafis Sholihah mendukung langkah MWCNU Mejobo untuk menggeluti dunia bisnis. Ia memberi ruang kepada MWCNU tersebut untuk memasarkan produk air mineral kemasan yang diproduksi dalam acara selapanan Fatayat.

“Kami ingin ikut bersama-sama membangun kemajuan organisasi NU di Kecamatan Mejobo ini agar ke depannya lebih baik lagi,” terang Nafis.

Ia menyambut baik produk air yang diproduksi MWC Mejobo itu. Dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh PAC Fatayat Mejobo, ia berencana mengganti air kemasan yang biasa digunakan dengan air Steril AINU yang berukuran kecil.

Sosialisasi langsung dipimpin manager pemasaran, Vigo. Ia memperkenalkan kepada segenap anggota yang hadir mengenai air mineral kemasan yang dikelola warga NU, juga dipasarkan untuk kalangan sendiri.

“Saya berharap sekali para pengurus ranting se-Kecamatan Mejobo dapat turut serta memasarkan produk air mineral kemasan Steril AINU. Ini dalam rangka mensukseskan perekonomian MWCNU dan mewujudkan kemandirian organisasi,” ungkapnya.

Vigo menambahkan, dalam pemasaran yang dituju adalah pengurus NU, warga Nahdliyin, dan warga masyarakat di seluruh Kecamatan Mejobo beserta Badan Otonom (Banom) baik di tingkat Anak Cabang maupun Ranting.

Rutinan selapanan yang digelar setiap 40 hari tersebut juga diisi dengan Khatmil Qur’an, pembacaan sholawat, dan tahlil. Dalam sambutannya selaku Ketua PAC Mejobo, Nafis memaparkan berbagai agenda yang akan dijalankan oleh PAC Mejobo dalam waktu dekat.

Dalam selapanan kali ini, pengajian kitab Irsyadul Ibad diliburkan. Sebab, KH Masykur Muin yang rutin menyampaikan materi berhalangan hadir. Meski demikian, 11 Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Mejobo tetap antusias hingga acara tuntas.

Kesebelas ranting itu adalah Jepang, Payaman, Gulang, Golan Tepus, Kirig, Jojo, Hadiwarno, Kesambi, Temulus, dan Tenggeles.  “Tentu, Ranting Mejobo sendiri juga hadir,” pungkas Nafis.

Sumber: NU Online