Demi Biayai Sekolah, Anak-anak Ini Rela Jualan Basreng hingga Cilok
Cari Berita

Advertisement

Demi Biayai Sekolah, Anak-anak Ini Rela Jualan Basreng hingga Cilok

Redaksi
Kamis, 05 Maret 2020

Assalaf.id - Walau hidup dalam kekurangan masih banyak anak yang semangat mencari ilmu. Demi biayai sekolah rela berjualan makanan tanpa lelah.

Biaya sekolah yang tak murah membuat anak-anak ini terpaksa berjualan makanan tanpa lelah. Semua pendapatan dari penjualan makanan ini biasanya mereka pakai untuk membiayai sekolah hingga membantu orangtua mereka.

Salah satunya seperti kisah haru bocah kecil yang berjualan bakso goreng di Kediri untuk membiayai sekolah adiknya. Kemudian ada bocah SD yang berjualan cilok di sekolahnya untuk menyambung hidup dan biayai sekolahnya.

Dirangkum dari berbagai sumber berikut lima kisah inspiratif anak-anak yang berjualan makanan demi biayai sekolah.

Seorang bocah berusia 12 tahun bernama Putra viral di media sosial beberapa waktu lalu karena kisahnya yang bikin haru. Putra merupakan yatim piatu yang memiliki dua orang adik dan sehari-harinya ia berjualan cilok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Putra yang tinggal di Pondok Aren, Tangerang, tanpa lelah berjualan cilok usai pulang sekolah mengenakan sepeda. Setiap hari Putra membawa kotak besar berisi 100-200 tusuk cilok dengan harga Rp 2.000 per tusuk.

Jika ciloknya tidak habis, biasanya ia akan membagikan ciloknya itu ke tetangganya karena cilok tersebut akan segera basi. Selain itu ia juga sering berjualan cilok di sekolahnya dan menawarkannya ke teman-temannya.

Bakso goreng atau basreng merupakan jajanan yang digemari banyak orang. Tapi kalau basreng yang dijual di Kediri ini justru viral karena penjualnya masih anak-anak yang banting tulang untuk membiayai sekolah adiknya.

Sosok bocah bernama Dazlam mendapatkan banyak pujian dari netizen karena ketulusannya. Dazlam rela berjualan basreng setiap harinya dari pagi hingga malam untuk membiayai kehidupan sang adik sekaligus biaya sekolah adiknya.

Satu tusuk basreng yang dijual Dazlam hanya dihargai Rp 500. Biasanya Dazlam mendorong gerobak kecilnya berjualan di depan sekolah hingga dagangannya habis. Selain untuk membiayai sekolah adiknya, Dazlam juga ingin membantu perekonomian keluarganya.

Karak merupakan jenis kerupuk yang terbuat dari beras dan punya rasa yang gurih. Kerupuk ini cukup populer di Solo dan banyak dijual di pinggir jalan. Salah satu penjualnya sempat viral di internet karena kegigihannya berjualan untuk biaya sekolah.

Seorang bocah bernama Rizky Adi Saputra yang berasal dari Sukoharjo setiap harinya berjualan kerupuk karak menggunakan sepeda miliknya. Rizky sudah berjualan kerupuk sejak kelas 5 SD.

“Saya jualan karak ini inisiatif sendiri. Nanti uangnya untuk biaya kuliah,” tuturnya. Setiap harinya ia selalu berjualan karak usai pulang sekolah. Meski sering diejek oleh teman-temannya karena berjualan kerupuk tapi Rizky tetap semangat jualan karak untuk meraih cita-citanya.

Seorang bocah kelas 6 SD di viral setelah masuk di dalam video milik YouTuber terkenal yaitu RianTV. Anak ini bernama Rizky yang setiap harinya berjualan kerupuk sepulang sekolah menggunakan pikulan di bahunya.

Rizky berjualan kerupuk dari jam 1 siang hingga dagangannya habis. Terkadang ia membawa 8-10 kantong kerupuk berukuran besar dengan kisaran harga Rp 13.000. Rizky yang datang dari keluarga sederhana berjualan untuk membantu orang tua serta memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Bahkan bocah ini memiliki impian untuk membeli celana dalam dari hasil berjualan kerupuk. Tentu saja kisah Rizky langsung viral dan banyak orang memujinya karena ketekunannya.

Seorang bocah berusia tujuh tahun dari Garut sempat viral beberapa waktu lalu. Bocah bernama Erwin Utama ini merupakan murid kelas dua sekolah dasar di Madrasah Iftidaiyyah (MI) Al-Muttaqien.

Setiap harinya ia memikul dagangannya berupa bakso tahu sambil berangkat sekolah. Pendapatannya dari berjualan bakso tahu ini ia gunakan untuk jajan, biayai sekolah dan kebutuhan sehari-hari.

Erwin tidak membuat bakso tahu sendiri, melainkan ia hanya membantu menjualkan bakso tahu milik tetangganya dengan upah 30% dari total penjualan. Erwin sendiri mengaku tak malu berjualan di sekolah dan tetap semangat setiap harinya.

Sumber:  detik.com