Amalan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Syaban, Istighfar hingga Berdoa Agungkan Ramadhan
Cari Berita

Advertisement

Amalan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Syaban, Istighfar hingga Berdoa Agungkan Ramadhan

Redaksi
Rabu, 25 Maret 2020

Assalaf.id - Amalan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Syaban, Bulan untuk Agungkan Puasa Ramadhan

Bulan Syaban 1441 Hijriah bakal berlangsung saat Pandemi Virus Corona.

Simak daftar amalan Nabi Muhammad SAW di bulan Sya'ban yang bisa dilakukan saat social distancing Covid-19.

Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan di bulan Sya'ban 2020 selain melaksanakan ibadah puasa sunnah. Ini bisa dilakukan saat melakukan social distancing Covid-19.

Melaksanakan amalan di bulan ini sangat dianjurkan lantaran Syaban merupakan salah satu yang dimuliakan.

Di bulan Sya'ban ini Allah menjanjikan akan membukakan pintu rahmat serta pengampunan bagi hamba-Nya.

Satu di antara amalan bulan Sya'ban adalah melaksanakan puasa sunah yang bisa dilakukan di hari pertama.

Tahun 2020 ini, hari pertama bulan sya'ban jatuh pada tanggal 26 Maret mendatang.

Selain ibadah puasa sunah yang dilakukan pada awal bulan, ada lagi puasa Nisfu Sya'ban yang jatuh pada 9 April nanti.

Dikutip dari laman nu.or.id dengan Judul Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya'ban, Selasa (24/3/2020), sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW lewat salah satu hadits mengatakan, Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari).

Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan, bulan istimewa setelah Sya'ban.

Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari).

*Amalan Bulan Sya'ban Selain Berpuasa

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban).

Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban.

Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban;

Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban.

Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

1. Berdoa

Pertama, memperbanyak doa.

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban.

Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

2. Kalimat Syahadat

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.

Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia.

Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban.

Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Artinya, “Hendaknya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

3. Istighfar

Ketiga, memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia.

Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun.

Karenaya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya.

Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Itulah daftar amalan yang bisa dilakukan di bulan Syaban selain berpuasa.


--
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Amalan Nabi Muhammad SAW Selama Bulan Syaban, Istighfar hingga Berdoa Agungkan Ramadhan