Tahun 2020, Hati-hati dengan Ulama dari Kalangan Binatang -->
Cari Berita

Advertisement

Tahun 2020, Hati-hati dengan Ulama dari Kalangan Binatang

Redaksi
Kamis, 27 Februari 2020

Assalaf.id - Dengan berani dan percaya diri, Si Do'i bilang jika ulama bukan hanya terdiri dari manusia, melainkan juga bisa binatang. Maka konsekwensinya:

1. Makan sate kambing, daging terasa pahit, alot, dan aromanya bikin muntah. Coba direnungkan! Mungkin ini kambingnya berasal dari kelompok ulama su'.

2. Ketika lewat kandang sapi, harus menunduk takzim, hormat. Mengapa? Khawatir ada ulama sapi. Kalaupun nyaris menginjak tahi sapi, harus dikasih peringatan, awas, hati-hati, ada tahi ulama, gaes!

3. Kebon binatang menjadi lokasi berkumpulnya para ulama, baik ulama pribumi seperti anoa, tapir, cenderawasih dan kasuari, maupun ulama impor seperti kanguru dari Aussie, dan mungkin saja zebra dari Zimbabwe.

4. Pagi-pagi mendengarkan kicau burung, eh ditanya, lagi ngapain mas? Jawab, ini lagi dengerin ulama berkicau.

5. Bu, beli Royco! Berapa? 10 sachet! Rasa apa? Kaldu sapi, sapinya yang ulama ya, Bu! Bhaeklaaaah.

6. Demonstrasi pecinta binatang dengan tagline, "Selamatkan Orangutan", "Selamatkan Harimau Sumatera dari Kepunahan", atau "Jaga dan Lestarikan Lutung Jawa", adalah demo AKSI BELA ULAMA.

Demikian lah, kalau sinting memang harus kaffah.

Dishare dari Rijal Mumaziq