Muazin Korban Penusukan di Masjid Central London Maafkan Penusuknya
Cari Berita

Advertisement

Muazin Korban Penusukan di Masjid Central London Maafkan Penusuknya

Redaksi
Minggu, 23 Februari 2020

Assalaf.id - Muazin yang menjadi korban penusukan di Masjid Central London, Inggris, Rafaat Maglad (70), mengaku telah memaafkan penikamnya dan tidak membencinya sama sekali. Bagi dia, kejadian yang menimpanya itu adalah sebuah suratan takdir.

Rafaat datang kembali ke Masjid Central London untuk menunaikan Shalat Jumat pada Jumat (21/2), atau sehari setelah dirinya ditikam. Dia ke masjid dengan memakai penyangga kain untuk tangannya yang terluka akibat insiden tersebut.

Rafaat mengaku, dirinya seperti dipukul batu bata ketika seseorang menikamnya dari belakang. Setelah itu, dia merasakan darah mengalir dari lehernya. “Mereka membawa saya ke rumah sakit. Semuanya terjadi secara tiba-tiba,” katanya, dilansir BBC, Jumat (21/2).

Walikota London Sadiq Khan bergabung dengan ribuan jamaah di Masjid Central London untuk menunaikan Shalat Jumat. Kedatangan Sadiq dimaksudnya sebagai dukungannya terhadap komunitas Muslim setelah insiden penusukan tersebut.

Penusuk yang diketahui bernama Daniel Horton (29) memakai pisau berukuran 5 inci atau 12,7 sentimeter untuk menusuk sekitar leher dan pundak Rafaat. Dia melancarkan aksinya itu ketika korban selesai mengumandangkan adzan dan hendak menjalankan Shalat Ashar. Atas insiden itu, Rafaat dilaporkan mengalami luka namun dia tidak dalam kondisi kritis. Dia kemudian dilarikan ke pusat trauma. Para jamaah kemudian mengamankan Horton hingga polisi datang.

Tersangka ditangkap karena dicurigai melakukan percobaan pembunuhan. Dikutip laman APNews, Polisi Kota Metropolitan mengatakan, para detektif yang menyelidiki kasus tersebut tidak berpikir bahwa itu sebagai teror. Disebutkan, polisi tidak bersepekulasi terkait dengan kemungkinan motif.

Walikota London Sadiq Khan mengaku sangat prihatin dengan insiden tersebut. Melalui akun Twitternya, Sadiq menegaskan bahwa setiap warga London berhak merasa aman di tempat ibadah mereka.

“Saya ingin meyakinkan komunitas London bahwa tindakan kekerasan di kota kami tidak akan ditoleransi,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Dia mengaku sedih dengan kabar penyerangan di Masjid Central London tersebut. Bagi dia, kejadian itu sangat mengerikan karena terjadi di tempat ibadah.

“Perhatian saya ada pada korban dan semua yang terpengaruh," ucapnya.

Sumber: NU Online