Meluruskan Tafsir Ngawur Gus Nur; Ulama Kambing, Ayam, Ular -->
Cari Berita

Advertisement

Meluruskan Tafsir Ngawur Gus Nur; Ulama Kambing, Ayam, Ular

Redaksi
Selasa, 25 Februari 2020

Assalaf.id - Salah satu tokoh panutan alumni 212, Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali membuat heboh masyatakat Indonesia.

Pasalnya, dalam sebuah video yang viral di media sosial, Gus Nur menyebut bahwa pengertian ulama bisa binatang maupun manusia.

"Ulama menurut Allah adalah bisa ular, bisa kambing, bisa ayam, bisa manusia. Yang penting takut kepada Allah," ujar Gus Nur menyimpulkan surat Fatir ayat 28 dalam video yang viral kemarin.




Tanggapan atas pernyataan Ngawur Sugi Nur (SG)


وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ Arab-Latin: 

Terjemah Arti: Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). - (Waqaf) - Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. - (Waqaf) - Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.



Bingung mau mulai darimana untuk menanggapi video SG yang bilang bahwa kambing dan ayam  pun bisa jadi ulama, berdasarkan akal-akalannya menjelaskan ayat 28 surat Fathir ini. Alasannya jika ayam dan kambing wa aalihim wa shahbihim ini takut kepada Allah, maka mereka pun bisa jadi ulama. Saya tidak tau apakah tujuan SG itu ingin bilang; "Ayam dan kambing saja bisa jadi ulama, masa' saya ndak bisa jadi ulama pula", atau tujuan apa?.

- Pertama, ayat 28 ini adalah 'Athaf Khash kepada 'Aamm, dengan menyebutkan "manusia" terlebih dahulu sebagai sosok khusus, berikutnya "makhluk melata" sebagai sosok umum (manusia pun sejatinya masuk di dalamnya. Barangkali Tafsir Imam Ibnu Kasir bisa sedikit mencerahkan.

- Kedua, perangkat "Tasybih" كذلك (arti: begitu juga) sebenarnya menjadi petunjuk bahwa binatang-binatang melata dan binatang ternak "juga" berbeda-beda warnanya "seperti" berbedanya warna manusia.

Wajh Syibh: Perbedaan Warna
Musyabbah: Binatang
Musyabbah Bih: Manusia

Seakan ayat 28 ini sebagaimana berikut;

ومن الناس مختلف ألوانه، وكذلك الدواب والأنعام.

Bisa juga melihat ayat 22 surat Rum untuk perbandingannya.

- Ketiga, apabila SG itu mengerti ilmu Waqf wa Ibtida', dia akan paham mengapa ulama memberikan tanda waqaf seperti ۗ (berhenti lebih diutamakan) karena -meskipun ada munasabahnya, akan tetapi- munasabahnya tidak mubasyir (tidak langsung). Perlu keahlian tafsir dan tadabbur untuk menjelaskan relasi antara;

ومن الناس......
....dengan;
إنما يخشى اللهَ......

Jadi, ayat ini sedang tidak memasukkan Mrs Ayam dan Mr Kambing ke dalam lingkup "من عباده" pada potongan ayat berikutnya agar mereka berdua bisa jadi ulama juga 🤭😁

- Keempat, selain harus belajar ilmu Waqf wa Ibtida', SG itu juga harus belajar ilmu munasabat. Masalahnya, Mau atau Tidak?  Salah satu bukunya adalah;

قواعد العناق لمعرفة ما بين الآيات من التناسب والاشتياق



- Kelima, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam berpesan tegas;

من قال في القرآن بغير علم فليتبوأ مقعده من النار

“barangsiapa yang berkata tentang Al Qur’an tanpa ilmu maka siapkanlah tempat duduknya di neraka”

- Keenam, sebenarnya SG itu "titipan" siapa ya? Siapa yang memunculkannya?

- Ketujuh, jangan-jangan nanti ada Aksi Bela Ulama, tapi ulama yang dimaksud ayam, kambing, ular dkk. Wkwkwkwk


Tanggapan dari Gus Dewa bisa disimak berikut