Gelar Muktamar 2020, PBNU Tak Terima Sumbangan Eksternal -->
Cari Berita

Advertisement

Gelar Muktamar 2020, PBNU Tak Terima Sumbangan Eksternal

Redaksi
Sabtu, 08 Februari 2020

Assalaf.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, tidak akan meminta sumbangan dana kepada pihak eksternal, termasuk pemerintah dalam menyelenggarakan Muktamar NU mendatang. Hal ini sebagai perwujudan kemandirian NU, yakni dengan mengandalkan sumber daya yang ada di internal warganya sendiri.

"Kita sudah melarang pengurus maupun kader meminta sumbangan lewat proposal pengumpulan dana untuk pelaksanaan Muktamar NU nanti," ujar Ketua Umum PBNU, Dr KH Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Cabang (PCNU) Jember pada Kamis (6/2) malam kemarin.

Pada pelantikan yang digelar di kampus Universitas Jember (Unej) itu, turut dihadiri oleh rektor Unej yang baru terpilih beberapa waktu yang lalu, Iwan Taruna. Saat melantik para pengurus PCNU beserta seluruh badan otonom (banom) dan lembaga di bawahnya, Said juga meminta seluruh jajarannya untuk bersedia bekerja demi NU tanpa dibayar.

Sesuai jadwal, Muktamar NU yang merupakan forum tertinggi untuk memilih Ketua Umum dan Rais Syuriah itu, akan digelar pada 22 hingga 27 Oktober 2020 di kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Demi untuk membiayai pelaksanaan muktamar secara mandiri tersebut, PBNU secara serentak telah menggulirkan program Koin Muktamar NU. Program tersebut sudah bergulir sejak beberapa bulan lalu, serentak di seluruh pengurus NU berbagai tingkatan.

"Karena itu, kita menggagas Koin Muktamar NU. Ini menjadi dana kolektif bersama warga untuk mengumpulkannya. Saya yakin, dengan jumlah warga NU sendiri, akan cukup, bahkan akan lebih," tegas Kiai Said.

Sementara itu, Ketua PCNU Jember yang kembali dilantik, Dr KH Abdullah Syamsul Arifin, menyatakan optimismenya NU Jember mampu berkontribusi signifikan dalam pengumpulan dana mandiri tersebut.

"Kita optimistis, hingga jelang muktamar nanti, akan terkumpul dana setidaknya Rp 1 miliar dari warga NU di seluruh Indonesia. Tetapi mohon maaf, di sini koin bukan berarti uang receh. Tetapi kotak infaq," tutur pria yang akrab di sapa Gus Aab itu setengah bercanda.

Lewat program Koin Muktamar NU itu pula, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu, menggagas tagline 'NU Mandiri, Indonesia Bermartabat'.

"Alhamdulillah kemarin ada pengumpulan koin Muktamar NU oleh Ansor dan Universitas Islam Jember. Diadakan di UIJ, dalam sehari terkumpul Rp20 juta," ungkap Gus Aab.

Sedangkan dalam acara pelantikan semalam, berhasil terkumpul dana Rp11 juta, hanya dari satu malam saja.

Suumber: merdeka.com