Baku Hantam di Kongres PAN, Pintu Kaca Pecah Hingga Peserta Terluka -->
Cari Berita

Advertisement

Baku Hantam di Kongres PAN, Pintu Kaca Pecah Hingga Peserta Terluka

Redaksi
Selasa, 11 Februari 2020

Assalaf.id - Kerusuhan tidak terelakkan selama perhelatan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Salah seorang peserta tampak terluka di bagian kepala.

Suasana Kongres PAN makin memanas. Pantauan Liputan6.com, Selasa (11/2), Caketum PAN Mulfachri Harahab kembali ke ruang rapat sekitar pukul 13.30 Wita. Dia didampingi rombongan massa pendukung.

Saat tiba di ruang kongres, dari kejauhan terdengar teriakan. Peserta Kongres PAN melempari kubu Mulfachri dengan kursi.

Beberapa peserta kemudian dievakuasi. Tampak satu di antaranya mengalami pendarahan di kepala.

Tidak berhenti di situ, massa kembali terlihat saling baku hantam. Petugas kepolisian tidak dapat menahan diri dan menerjunkan tim menangani insiden yang seolah seperti tawuran.

Pintu kaca hotel pun pecah. Massa berhamburan. Kapolda Sulawesi Tenggara Beigjen Merdisyam berteriak memberikan instruksi keras.

Penyebab Kericuhan

Penyebabnya ada sejumlah peserta yang meminta agar 'sterilisasi' peserta sidang. Sidang pleno pertama Kongres dibuka pada pukul 11.00 WITA.

Ada kelompok peserta yang menginginkan sidang tetap dilanjutkan. Sementara ada sekelompok peserta yang meminta agar orang-orang yang bukan peserta keluar dari ruangan.

Sekretaris Steering Committee (SC) Kongres V PAN, Saleh Partaonan Daulay, membenarkan bahwa kericuhan terjadi karena adanya kelompok peserta yang menuntut sterilisasi peserta sidang. Artinya yang tidak berhak hadir harus keluar ruangan.

"Ada dinamika sedikit. Karena sebagian dari peserta menginginkan yang ada di dalam ruangan adalah mereka yang betul-betul peserta dan yang mempunyai status yang jelas di dalam," kata dia.

Dia menjelaskan, situasi memanas karena sejumlah peserta menginginkan agar yang hadir di ruang rapat benar-benar memiliki kejelasan status dan hak untuk mengikuti sidang.

"Itu kan ada peserta, peninjau, ada tamu undangan. Nah mereka tidak mau kalau misalnya ada orang-orang di luar itu dimasukkan. Sehingga suasananya mereka inginkan tertib," ujar dia.

Untuk menanggapi aspirasi tersebut, lanjut Saleh, sidang diskors sementara. Selanjutnya akan kembali dilakukan pengecekan status kepesertaan masing-masing orang yang ada di ruang sidang.

"Disuruh duduk semua, pesertanya, ada di tim, empat orang ditambah SC untuk mengecek satu per satu id card masing-masing. Nanti akan dilanjutkan lagi," ungkapnya.

Sumber: merdeka.com