Alumni Ponpes Syaichona Cholil Tampilkan Sejarah Lahirnya NU Di Hadapan Ulama Tarim -->
Cari Berita

Advertisement

Alumni Ponpes Syaichona Cholil Tampilkan Sejarah Lahirnya NU Di Hadapan Ulama Tarim

Redaksi
Sabtu, 01 Februari 2020

Assalaf.id - Dua hari yang lalu tepatnya 31 Januari 2020 warga Nahdlatul Ulama merayakan hari lahirnya yang ke-94. Hari lahir NU dalam hitungan masehi tersebut juga dirayakan oleh persatuan santri indonesia yang sedang menimba ilmu di Hadramaut Tarim salah satunya adalah Ust. Abd. kholik santri Alumni Ponpes Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Dihadapan para ulama Tarim. Ust. Abd. Kholiq merasa bangga karena bisa menyebarkan dakwah Nahdlatul Ulama di Kota Tarim. Dengan cara menampilkan sejarah singkat Syaichona Kholil Bangkalan Dan peran santri Syaikhona Kholil atas berdirinya Nahdlatul Ulama’.

Sekilas Sejarah  Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926. Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama NU 1926 Kalau bicara sejarah berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Kita tahunya, NU dibentuk pada 31 Januari 1926 di Surabaya. Pencetusnya KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Juga kakeknya Gus Dur. Presiden RI ke 4.

Yang jarang publik tahu, bahkan oleh kalangan Nahdliyyin sendiri. Ada peran besar KH Muhammad Kholil asal Kabupaten Bangkalan dibalik berdirinya NU.

Kiai Kholil sendiri kini masyhur dengan julukan Syaikhona Kholil. Syaikhona artinya ‘syekh kami’ atau ‘guru kami’. Dijuluki begitu karena banyak kiai di Pulau Jawa merupakan murid Syaikhona Kholil. Mulai dari Sumenep sampai Situbondo. Dari Jombang sampai Rembang.

Makamnya, di Desa Martajesah, Kecamatan Kota Bangkalan, sampai hari ini dikunjungi rata-rata 1000 peziarah perhari. Beliau wafat tahun 1925, tepat hari ke 29 Bulan Ramadhan.

Setahun dari wafatnya Syaikhona Kholil inilah, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Jam’iyah Ulama, nama NU sebelum menjadi Nahdlatul ulama.

Sumber: Syaichona.net