Vision of Peace Awards Nobatkan KH Marzuki Mustamar Fasilitator Perdamaian Dunia -->
Cari Berita

Advertisement

Vision of Peace Awards Nobatkan KH Marzuki Mustamar Fasilitator Perdamaian Dunia

Redaksi
Jumat, 31 Januari 2020

Assalaf.id - Ulama Jatim yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar menerima penghargaan bergengsi dari Vision of Peace Awards yang berpusat di Amerika Serikat. Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/1/2020) malam.

“Beliau dapat penghargaan sebagai Fasilitator Perdamaian dan juga sebagai Duta Besar Perdamaian Internasional. Penghargaan diberikan oleh Vision of Peace yang berpusat di Amerika Serikat,” kata Founder Vision of Peace Awards Indonesia (VPAI), Demien Dematra, dalam acara Award Ceremony.

Demien berharap, melalui penghargaan ini bisa tumbuh virus-virus perdamaian yang terus disebarakan sehingga masyarakat lainnya juga bisa terinspirasi menjadi agen perdamaian di agamanya masing-masing.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang perlu dijaga yaitu perdamaian, kebudayaan, dan kemanusiaan. Tanpa itu peradaban akan berakhir.

“Mungkin usaha kami terdengar kecil, tidak besar. Tapi kami yakin, getaran spirit kami yang dari berbagai golongan berbeda-beda, bisa menggerakkan lainnya. Oleh karenanya mari kita bersatu, terus melakukan persatuan dan perdamaian,” ujarnya.

Kiai Marzuki yang juga Ketua PWNU Jawa Timur itu mengatakan akan terus meyuarakan perdamaian kepada semua umat, khususnya muslim, baik sendiri maupun kolektif.

“Memperjuangkan terwujudnya perdamaian bagi kami itu wajib dan ibadah. Sehingga ada perhatian bagi orang lain apa enggak, ada penghargaan apa enggak, tetap kami jalan terus,” bebernya.

Dalam acara ini, puluhan santri juga mendapatkan penghargaan atas karyanya yang dilombakan. Karya terbaik anak-anak itu akan dibukukan dan dijadikan sebagai pesan perdamaian dan kemudian dipersembahkan kepada para pemimpin di dunia.

Demien, pada tanggal 15 November 2015 lalu sempat didatangi utusan dari PBB. Dalam pertemuan itu, tercetus karya terbaik anak-anak itu akan dipamerkan di PBB.

"Jadi jangan melihat karya-karya ini hanya di tempat ini. Tapi gaungnya ke seluruh dunia yang bisa menginspirasi para pemimpin dunia untuk belajar tentang perdamaian dari anak-anak kecil. Sebab hatinya anak kecil itu masih murni, jernih, tidak ada kepentingan apa-apa kecuali menginginkan dunia yang lebih baik," tutur Demien.

Berikut nama-nama santri Ponpes Sabilurrosyad atau Pondok Gasek, Kota Malang, yang menjadi juara:

Juara 1: Rosa Rahmania

Juara 2: Yasmin Azzah Tsabita

Juara 3: Yaquta Haula Wildany

Sedangkan 20 santri lainnya menjadi finalist dalam ajang menggemakan pesan perdamaian lewat kreativitas anak. Mereka adalah Lia Amalia Rosyida, Permata Rahayu Sampurno, Wahyuni Wulan Suci, Dinda Ayu Qomariyah, Qonita Hasna, Asmaus Saadah, Lailul Karomah, Mufidaturrohmah, Rizky Qorri Aina, Izzah Lutfia Nur Alfiansyah, Izzatul Maula, Ayu Fahza Salsabila, Elmira Zahwa Anendra, Erika desi Rahmawati, Lilis Sri Andayani, Fairoza Zahwaa Nafisah, Dewi Cesaria Rahayu, Atthiyah Azzahra, Fakhry, dan Dina Roisa Kamila.

Founder Vision of Peace Awards Indonesia itu berharap, anak-anak santri yang juga diasuh oleh KH Marzuki Mustamar itu bisa menginspirasi anak-anak lainnya menjadi agen perdamaian di agamanya masing-masing. (*)

Sumber: timesindonesia.co.id