Ini Silsilah Nasab KH Maimoen Zubair Hingga Sunan Gunung Jati Cirebon -->
Cari Berita

Advertisement

Ini Silsilah Nasab KH Maimoen Zubair Hingga Sunan Gunung Jati Cirebon

Redaksi
Senin, 20 Januari 2020

Assalaf.id - Sekarang sedang ramai-ramainya copy paste nasab Syaikhona Maimoen sampai ke Sunan Giri. Entah dokumen itu dari mana. Dalam dokumen itu disebutkan nasab Yai dari jalur laki-laki semua. Selama enam belas tahun saya di Sarang, saya tidak pernah tahu Yai mengutarakan nasab jalur laki-laki murni sampai Nabi.

Beliau tidak pernah mensejajarkan diri dengan habaib, itu tidak pernah terjadi pada diri Yai, apabila mengaku-ngaku sebagai habib.

Bahkan dulu, setelah wafatnya Sayyid Muhammad, doa pada Yasin Fadlilah kemudian diganti. Pada awalnya, doa Yasin Fadlilah perubahan menjadi:

...عبديك الشيخ ميمون زبير والسيد أحمد بن محمد

Tapi Beliau merasa tidak pantas bila harus disebut dulu dalam doa mendahului Sayyid Ahmad, cucu Guru Beliau, Sayyid Alawi al-Maliki. Kemudian doa dalam Yasin Fadlilah diganti dengan urutan:

عبديك السيد أحمد بن محمد والشيخ ميمون زبير

Karena menghormati Sayyid Ahmad sebagai:

1. Keturunan laki-laki murni Rosululloh (Habib/Sayyid).
2. Sebagai cucu dari guru Yai.
(Sayyid Ahmad adalah putra dari Sayyid Muhammad dan cucu dari Sayyid Alawi. Yai berguru langsung kepada Sayyid Alawi).
3. Sebagai putra dari guru Yai dan putra-putra Yai (Yai dan putra-putra mengaji kepada Sayyid Muhammad).
4. Sebagai guru dari sebagian putra dan cucu Yai.

Karena itu dalam doa Yasin Fadlilah beliau tidak mau didahulukan dari guru Yai.

Tapi dulu saya pernah diberi tahu oleh Yai tentang nasab beliau. Itupun tidak hanya sekali. Tetapi tidak murni laki-laki. Seperti Amirul Ulum, saya pun diberi tahu oleh Yai tentang nasab beliau. Suatu ketika saya pernah tulis dan juga pernah saya rekam.

Inilah silsilah nasab Yai, ditulis dari bawah ke atas, tetapi saya juga diberikan pelajaran untuk membaca nasab dari atas ke bawah. Hal itu untuk menjaga hati dari sifat sombong.

1. Syaikhona Maimoen Zubair bin
2. Nyai Mahmudah (Istri Mbah Zubair) binti
3. Nyai Khodijah (Istri Mbah Ahmad bin Syu'aib) binti
4. Mbah Ustman bin
5. Mbah Ya'qub bin
6. Mbah Ma'ruf bin
7. Mbah Abdush Shomad (Maqom Agung, Tuban) bin
8. Mbah Abdur Rofi' (Robiyah Hamzah) Perak Sarang (Sebelah selatan jalan raya sarang) bin
9. Mbah Abdul Muchith Jeladri Sarang (selatan pasar Sarang) bin
10. Bujuk Sa'ud Bangkalan bin
11. Bujuk Badrul Jamal Klampis Madura (Pojok Timur Bangkalan) bin
12. Amir bin
13. Pangeran Sumedang atau Raden Santri (Suami dari putri sunan gunung jati Cirebon).
14. Syarif Hidayatullah Cirebon.

Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan untuk tidak tafakhur (bangga/sombong) dengan nasab. Karena kebanyakan orang yang ber-tafakhur dengan nasab akan sulit menjadi orang alim.

Ditulis dan diposkan di Kramatsari, Senin Wage, 11 DzulHijjah 1440 H/ 12 Agustus 2019 M jam 03:27 WIB.

--
Disadur dari Tulisan Ki Kanthongumur(fb)