Hukum Bermain Catur adalah Makruh, ini Hujjahnya -->
Cari Berita

Advertisement

Hukum Bermain Catur adalah Makruh, ini Hujjahnya

Assalaf
Jumat, 22 November 2019

Hukum Bermain Catur adalah Makruh, ini Hujjahnya
Assalaf.id - Hari ini hukum catur menjadi viral sebab ada video Ustad kondang yang mengharamkan catur tersebar di media sosial.

Dalam kaca mata syariat, segala macam permainan yang memiliki dampak positif serta tidak dilakukan dengan cara berjudi dan tidak melalaikan ibadah yang wajib adalah boleh, ada yang mengatakan mubah dan ada pula yang mengatakan makruh. Yang dimaksud dengan permainan yang memberi dampak positif pada pemain pada khususnya dan kehidupan sosial pada umumnya adalah segala macam permainan yang berguna melatih kecerdasan otak, seperti permainan catur atau permainan berbasis strategi lainnya .

Diterangkan dalam Kitab Fathul Mui'in:

واللعب بالشطرنج بكسر أوله وفتحه معجما ومهملا مكروه إن لم يكن فيه شرط مال من الجانبين أو أحدهما أو تفويت صلاة ولو بنسيان بالاشتغال به أو لعب مع معتقد تحريمه وإلا فحرام ويحمل ما جاء في ذمه من الأحاديث والآثار على ما ذكر

Artinya: "Bermain catur hukumnya makruh bila tidak disertai salah satu ketentuan berikut :
1. Disertai dengan harta dari kedua pemain atau salah satunya (karena hal ini berarti judi),
2. Keasyikan bermainnya sampai meninggalkan shalat walaupun meninggalkannya karena kelupaan,
3.Tidak bermain bersama orang yang meyakini keharaman bermain catur tersebut,
Jika ada salah satu ketentuan di atas maka bermain catur menjadi haram." (Kitab Fath al-Mu’iin Juz IV Halaman 285).

Juga dijelaskan oleh Syekh Sulaiman al-Jamal berikut:

وَفَارَقَ النَّرْدُ الشِّطْرَنْجَ حَيْثُ يُكْرَهُ إنْ خَلَا عَنِ الْمَالِ بِأَنَّ مُعْتَمَدَهُ الْحِسَابُ الدَّقِيقُ وَالْفِكْرُ الصَّحِيحُ فَفِيهِ تَصْحِيحُ الْفِكْرِ وَنَوْعٌ مِنْ التَّدْبِيرِ وَمُعْتَمَدُ النَّرْدِ الْحَزْرُ وَالتَّخْمِينُ الْمُؤَدِّي إلَى غَايَةٍ مِنْ السَّفَاهَةِ وَالْحُمْقِ

Artinya: “Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang hukumnya makruh jika memang tidak menggunakan uang(judi) adalah permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar. Dalam permainan catur ini terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang jitu. Sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan.”[Kitab Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Al-Manhaj, Juz V halaman 379]

Dan hendaknya jangan berlebihan dan berlama-lama hingga meninggalkan Shalat atau kewajiban yang lain, karena bisa haram hukmnya.

مِنْ هَذِهِ الْأَلْعَابِ الشَّطْرَنْجِ، فَهُوَ قَائِمٌ عَلَى تَشْغِيْلِ الذِّهْنِ وَتَحْرِيْكِ الْعَقْلِ وَالْفِكْرِ. وَلَا رَيْبَ أَنَّهُ لَا يَخْلُوْ عَنْ فَائِدَةٍ لِلذِّهْنِ وَالْعَقْلِ، فَإِنْ عُكِفَ عَلَيْهِ زِيَادَةً عَمَّا تَقْتَضِيْهِ هَذِهِ الْفَائِدَةُ، فَهُوَ مَكْرُوْهٌ، فَإِنْ زَادَ عُكُوْفُهُ حَتَّى فُوِتَ بِسَبَبِهِ بَعْضُ الْوَاجِبَاتِ عَادَ مُحَرَّماً.

Artinya: “Di antara permainan ini adalah catur yaitu permainan yang menyibukkan hati dan menggerakkan akal. Tidak diragukan lagi bahwa catur tak terlepas dari faedah bagi hati dan akal. Tapi jika seseorang tersibukkan dengannya sampai melebihi kadar faedah itu, maka hukumnya menjadi makruh. Namun apabila terlalu tersibukkan sehingga dengannya berdampak menggugurkan sebagian kewajiban, maka hukumnya kembali menjadi haram.”[Kitab Al-Fiqh Al-Manhaji, Juz VIII halalaman 166]

Meskipun diperbolehkan (mubah atau makruh), apabila kegiatan bermain catur(atau Game Online yang sering dimainkan oleh anak hingga pemuda mas kini) dilakukan secara terus-menerus maka bisa menimbulkan hukum haram  ketika berdampak pada meninggalkannya kewajiban (seperti Shalat, mencari nafkah dan lain lain), tidak bermanfaat untuk agamanya, menjadikannya pemalas, dan efek negatif lainnya.

waAllahu a’lam bisshawab