Haram Hukumnya Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim -->
Cari Berita

Advertisement

Haram Hukumnya Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim

Assalaf
Sabtu, 16 November 2019

Assalaf.id - Sudah menjadi tradisi pada suatu acara apapun pasti didahului dengan salam, entah yang hadir di acara tersebut muslim semua ataukah campur antara muslim dengan non muslim.

Nah, sebenarnya bagaimana hukumnya mengucapkan salam kepada hadirin muslim dan non muslim?
dalam Kitab Syarh Annawawi disebutkan:



ويجوز الابتداء بالسلام على جمع فيهم مسلمون وكفار ، أو مسلم وكفار ، ويقصد المسلمين للحديث السابق أنه صلى الله عليه وسلم سلم على مجلس فيه أخلاط من المسلمين والمشركين . 

Artinya: ''Diperbolehkan memulai salam kepada perkumpulan yang didalamnya terdapat orang-orang islam dan orang-orang non muslim, atau satu orang islam dan satu orang non muslim, tapi harus qasdu(niat ditujukan) kepada orang-orang islam saja, berdasarkan hadits bahwa Rasulullah mengucapkan salam pada majelis yang di dalamnya campur antara kaum muslimin dan musyrikin.''
[Syarh Annawawi]

Jadi jelas bahwa mengucapkan salam pada acara yang dihadiri muslim dan non muslim diperbolehkan dengan catatan harus niat ditujukan untuk yang muslim saja.

Lalu bagaimana hukumnya jika salam itu ditujukan kepada non muslim?
Masih dalam Kitab Syarh Annawawi ala Muslim:

واختلف العلماء في رد السلام على الكفار وابتدائهم به ، فمذهبنا تحريم ابتدائهم به ، ووجوب رده عليهم بأن يقول : وعليكم ، أو عليكم فقط ، ودليلنا في الابتداء قوله صلى الله عليه وسلم ( لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام ) وفي الرد قوله صلى الله عليه   وسلم ( فقولوا : وعليكم ) وبهذا الذي ذكرناه عن مذهبنا  قال أكثر العلماء وعامة السلف.

Artinya: "Para Ulama berbeda pendapat(ijtihad) dalam menghukumi menjawab salam atau memulai salam kepada orang-orang kafir, madzhab kita(syafii) mengharamkan memulai salam kepada mereka, tapi wajib menjawab salam mereka dengan jawaban 'wa'alaikum' atau 'alaikum' saja. Dalil larangan memulai salam ialah hadits   لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام dan cara menjawab salam mereka ialah hadits فقولوا : وعليكم ini hukum yang disebutkan dalam madzhab syafii yang didawuhkan mayoritas ulama dan umumnya ulama salaf.''

Jadi dalam madzhab syafii yang dianut mayoritas muslim Indonesia, hukumnya haram memulai salam kepada non muslim, tapi boleh menjawab salam mereka dengan 'Waalaikum' atau 'alaikum'. Dialnjut dalam kitab yang sama:

 وذهبت طائفة إلى جواز ابتدائنا لهم بالسلام ، روي ذلك عن ابن عباس وأبي أمامة وابن أبي محيريز ، وهو وجه لبعض أصحابنا قال أكثر العلماء وعامة السلفحكاه الماوردي ، لكنه قال : يقول : السلام عليك ، ولا يقول : عليكم بالجمع . واحتج هؤلاء بعموم الأحاديث ، وبإفشاء السلام ، وهي حجة باطلة لأنه عام مخصوص بحديث ( لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام )

Artinya: "Sebagian golongan perbolehkan memulai salam kepada non muslim, hal ini diriwayatkan dari Ibn Abbas, Abi Umamah dan Abi Mahiriz, ini adalah pendapat sebagian ashab kita(pengikut Syafii) yang juga difatwakan mayoritas ulama dan para ulama salaf yang juga disampaikan oleh al-Mawardi tetapi al-Mawardi berpendapat harus 'assalamu alaika' tidak boleh assalamu alaikum' dengan shighot jamak. Mereka yang memperbolehkan memulai salam kepada non muslim berpijak hadits secara umum  وبإفشاء السلام (tebarkanlah salam)  . Pedapat seperti ini (menurut Imam Nawawi) adalah Hujjah yang bathil karena dalil yang digunakan tertakhsis dengan hadits لا تبدءوا اليهود ولا النصارى بالسلام "

Dengan tegas Imam Nawawi mengcounter pendapat para Ulama yang memperbolehkan salam kepada orang kafir. Dilanjut keterangan dlam kitab yang sama:

 وقال بعض أصحابنا : يكره ابتداؤهم بالسلام ، ولا يحرم ، وهذا ضعيف أيضا ، لأن النهي . للتحريم . فالصواب تحريم ابتدائهم . 
وحكى القاضي عن جماعة أنه يجوز ابتداؤهم به للضرورة والحاجة أو سبب ،

Artinya: "Sebagian Ulama pengikut imam syafii berpendapat makruh bukan haram memulai salam kepada mereka, pendapat ini (menurut Imam Nawawi) pendapat yang lemah karena larangan itu berindikasi Haram, yang benar adalah Haram memulai slam kepada mereka. Diriwayatkan oleh alqhadhi dari jamaah bahwasanya diperbolehkan memulai salam kepada mereka jika dharurat, atau adnya hajat atau adanya sebab, dan pendapat ini qaulnya  alqamah dan annakha'i"

Bisa disimpulkan semua pendapat(ijtihad) para ulama yang memeperbolehkan mengucapkan salam kepada non muslim dibantah oleh Imam Nawawi karena sangat lemah dalilnya, walhasil janganlah memulai salam kepada non muslim dan jika terdapat perkumpulan yang ada muslim dan non muslimnya maka niatkanlah salam tersebut khusus ditujukan kepada yang muslim saja. Wallahu a'lam.

Referensi: Syarh an-Nawawi ala Muslim (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi) Juz IV, Halaman 322
Oleh: Hamim Mustofa Azzabarjudiy