Bacakan Surat Al-Qadr pada Telinga Bayi, Agar Dihindarkan Perbuatan Zina Selama Hidupnya -->
Cari Berita

Advertisement

Bacakan Surat Al-Qadr pada Telinga Bayi, Agar Dihindarkan Perbuatan Zina Selama Hidupnya

Assalaf
Sabtu, 16 November 2019

Bacakan Surat Al-Qadr pada Telinga Bayi
ilustrasi
Assalaf.id - Mendidik anak itu sebaiknya dimulai sejak dini, di didik secara dzhair yaitu diajarkan adab, budi pekerti, bahasa yang halus dan lain-lain, juga di didik secara bathin dalam arti di doakan setiap hari dibacakan wirid-wirid yang ditujukan kepada anak tersebut.

Sebagian amalan yang dibacakan kepada bayi yang baru lahir diterangkan dalam Kitab I'anah Atthalibiin sebagai berikut:

(قوله: وأن يؤذن) أي: وسن أن يؤذن أي ولو من امرأة، أو كافر، وذلك لخبر ابن السني: من ولد له مولود فأذن له في أذنه اليمنى، وأقام في اليسرى، لم تضره أم الصبيان، أي التابعة من الجن وهي المسماة عند الناس بالقرينة..، ولانه (ص): أذن في أذن سيدنا الحسين حين ولدته فاطمة رضي الله عنها.

Artinya: "Disunnahkan meng-adzani bayi yang baru lahir, berdasar hadits ibnu sunni 'Barang siapa yang mempunya bayi kemudian di adzani pada telinga yang kanan dan iqamah pada telinga yang kiri maka bayi tersebut tidak akan diganggu Ummu Sibyan yaitu jin yang mengikuti manusia atau yang disebut dengan qarin. Dan Karena Nabi Muhammad Adzan pada telinga Sayyidina Husain setelah dilahirkan oleh Fathimah ra."

Dilanjutkan pada Kitab yang sama:

وليكون إعلامه بالتوحيد أول ما يقرع سمعه حين قدومه إلى الدنيا كما يلقن عند خروجه من الدنيا -، ولما فيه من طراد الشيطان عنه، فإنه يدير عند سماع الاذان.

Artinya: "Dan karena adzan sebagai media pengenalan tauhid sejak baru datang di dunia sebagaimana seorang ti talqin ketika meninggal dunia, dan karena adzan ini bisa mengusir setan dari bayi tersebut, karena setan akan lari ketika mendengar adzan".

Selain Adzan, ada tambahan amaliyah lain, pada kitab yang sama:

وقوله: ويقرأ سورة الاخلاص أي وسن أن يقرأ سورة الاخلاص، لما في مسند أبي رزين أنه (ص): قرأ في أذن مولود سورة الاخلاص، والمراد أذنه اليمنى.

Artinya: "Dan disunnahkan dibacakan surat al-ikhlas(Qul Huwallahu ahad) karena Nabi SAW membaca surat al-ikhlas pada telinga kanan bayi yang baru dilahirkan."

Dilanjut lagi pada kitab yang sama:

ونقل عن الشيخ الديربي أنه يسن أن يقرأ في أذن المولود اليمنى: * (إنا أنزلناه) * لان من فعل به ذلك لم يقدر الله عليه زنا طول عمره.

Artinya: "Dinukil dari syaikh Addairabi bahwasanya disunnahkan baca 'inna anzalnaahu(surat Al-Qadar)' pada telinga bayi yang kanan, karena barang siapa yang melakukan hal tersebut maka Allah tidak mentaqdirkan kepada anak perbuatan zina selama umur hidupnya."

Setelah dibacakan surat al-ikhlas dan surat Al-Qadr juga ada tambahan lagi dalam kitab yang sama:

(قوله: وآية إني إلخ) أي وسن أن يقرأ هذه الآية وهي: * (إني

  أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم)  .......قوله: في أذنه اليمنى

Artinya: "Dan disunnahkan membaca ayat إني أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم pada telinga bayi yang kanan."

Dilanjutkan lagi:

(قوله: ويقام في اليسرى) أي وسن أن يؤتي بالاقامة في الاذن اليسرى..للحديث المار.

(قوله: عقب الوضع) متعلق بكل من يؤذن، ويقرأ، ويقام.

Artinya: "Dan Disunnahkan Iqamah pada telinga bayi yang kiri, berdasarkan hadits diatas, jadi setelah bayi dilahirkan disunnahkan meng-adzani, membacakan surat dan ayat diatas, kemudian iqamah."

Bisa disimpulkan keterangan dari Kitab I'anah Atthalibiin diatas bahwa bayi yang baru dilahirkan disunnahkan:
1. Adzan pada telinganya yang kanan
2. Membaca Surat Al-Ikhlas pada telinganya yang kanan
3. Membaca Surat Al-Qadr pada telinga kanan
4. Membaca ayat إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (innii u'iidzuhaa bika wa dzurriyatahaa minas-syaithaanir-rajiim) pada telinga kanan
5. Iqamah pada telinganya yang kiri.

Sekian semoga bermanfaat, silahkan share jika benar-benar bermanfaat untuk anda.

-
Blitar, 17 November 2019