Shalat Dua Rakaat sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya -->
Cari Berita

Advertisement

Shalat Dua Rakaat sebelum Subuh Mengalahkan Dunia Seisinya

Assalaf
Minggu, 24 November 2019

Assalaf.id - Shalat sunnah fajar adalah shalat qobliyah subuh atau Shalat yang disunnahkan sebelum melaksanakan Shalat Subuh, dalam Kitab I'anah Atthalibiin shalat qobliyah subuh banyak namanya seperti shalat fajar, shalat bard, shalat ghodat, dan shalat wustha.

Awal masuknya shalat sunnah Fajar ialah setelah adzan shubuh (setelah fajar shadiq) tidak sebelumnya. Waktunya qabliyyah sama dengan waktu shalat fardlu yang diiringi itu sendiri, yaitu jika melaksanakan Shalat qabliyah subuh(Shalat Fajar) maka waktunya setelah adzan subuh hingga habisnya waktu subuh dan dikerjakan sebelum melaksanakn shalat subuh.

Nilai dua rakaat (sebelum subuh) ini, sebagaimana pesan Rasulullah saw lebih baik dari pada dunia dan seisinya.
 ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها 
Artinya: "Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya". 

Dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi memperbolehkan niat shalat qabliyah subuh ini dengan berbagai macam istilah yang telah disebutkan diatas Misalkan ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala. Atau boleh juga ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala  sunnatas  subhi, dan seterusnya. Atau boleh juga yang lebih lengkap adalah

   اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Para ulama menerangkan bahwa maksud dari 'lebih baik dari dunia' adalah khairun min mata’id dunya, yakni lebih baik dari pada perhiasan dunia, atau diartikan juga dengan khairun min infaqi maal ad-dunya fi sabilillah, yakni ‘lebih baik dari pada berinfaq di jalan Allah dengan harta duniawi’. Akan tetapi para ulama lebih condong pada makna yang pertama.

Atau dalam keterangan lain juga disebutkan.

لهما أحب إلي من الدنيا جميعاً

Artinya: “Pahala melaksanakan shalat fajar dua rakaat lebih aku (Rasulullah) cintai daripada dunia semuanya.”

Karena keutamaan tersebut diriwayatkan bahwa Nabi Muhamaad tidak pernah meninggalkan shalat fajar. Bahkan Rasulullah selalu menjaga keistiqamahannya dalam melaksanakan shalat fajar, hingga diriwayatkan oleh sayidah aisyah bahwa shalat fajar adalah shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Saw.

Dalam hadits Sayyidah Aisyah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan,

قالت عائشة رضي الله عنها (ولم يكن يدعهما أبداً) وقالت: (لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم على شيء من النوافل أشد منه تعاهداً على ركعتي الفجر) متفق عليهما.


Artinya “Aisyah Ra. berkata bahwa Nabi Muhammad Saw tidak pernah meninggalkan dua rakaat shalat fajar seumur hidupnya. Dan Aisyah Ra. berkata bahwa tidak ada shalat sunnah apapun yang sangat dijaga oleh Rasul dari pada shalat sunnah fajar dua rakaat.” 

Wallahu a'lam.